Tampilkan postingan dengan label Dunia Hewan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dunia Hewan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 02 November 2011

GOKIL !! ini dia JURUS JURUS BURUNG asli BURUNG !!


KAYA DI FILEM KUNGFU PANDA !!

Just like Kung Fu Panda, these birds seem to have studied martial arts.













BANGKAI IKAN ANEH dan UNIK di PULAU Yasawas - FIJI



This huge fish was found dead on the Yasawas Islands, Fiji. It seems that it died after trying to swallow a puffer fish… Not the best dinner, huh?

Unusual Fish End (6 pics)

Unusual Fish End (6 pics)

Unusual Fish End (6 pics)

Unusual Fish End (6 pics)

Unusual Fish End (6 pics)

Unusual Fish End (6 pics)


SPA IKAN TURKEY ?? sesuatu banget ...



Fish can help you to treat serious skin diseases. A special thermal spa in Turkey allows patients from all over the world swimming in the pool and letting the fish eat all infected parts of their skin. Fish “doctors” can help people to fight chronic, intractable diseases. Some people might find this treatment a bizarre method, but it’s very helpful!


1 Fish Spa in Turkey (12 pics)

2 Fish Spa in Turkey (12 pics)

3 Fish Spa in Turkey (12 pics)

4 Fish Spa in Turkey (12 pics)

5 Fish Spa in Turkey (12 pics)

6 Fish Spa in Turkey (12 pics)

7 Fish Spa in Turkey (12 pics)

8 Fish Spa in Turkey (12 pics)

9 Fish Spa in Turkey (12 pics)

10 Fish Spa in Turkey (12 pics)

11 Fish Spa in Turkey (12 pics)

12 Fish Spa in Turkey (12 pics)




POLEMIK DUKUNG KOMODO : Dubes Djoko Jawab JK Soal New7Wonders: Google Saja Punya Kantor



https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgE-C9uHwXFFHTO9fKPcGc2F-S_y_fv5hDqA9Yorqjv0Tsu2rAJU7KmX4X0Iu8Pr5gPfe4Wu_LcDQ_XvCWwasDfnqQ2PM-GEgQqWuZJbXYVG-T6scsV9n6b3IQapcXQzo5YETA5yxo4-Ow/s1600/komodo.jpg


Dubes RI di Swiss Djoko Susilo menjawab sindiran Duta Komodo Jusuf Kalla soal New7Wonders. Djoko tegas menyebut New7Wonders yayasan abal-abal. Djoko menyatakan walau di era digital, bila organisasi kredibel tentu mempunyai kantor.

"Seperti Google. Kalau jelas itu kan ada kantor, ada pegawainya, ada yang nunggu. Ini tidak ada siapa-siapa, resepsionis saja tidak ada sama sekali," kata Djoko kepada detikcom, Rabu (2/11/2011).

http://images.detik.com/content/2011/11/02/10/djokosusilo-cvr.jpg


Djoko menjelaskan, rumah yang diklaim New7Wonders sebagai kantor Bernard Weber adalah rumah kerabat bos New7Wonders. Rumah yang juga musieum itu hanya buka di musim panas sejak pukul 14.00-17.00 waktu setempat.

"Nama Bernard Weber tidak dikenal publik Swiss, orang pemerintah sini pun tidak ada yang kenal," imbuhnya.

Djoko menjelaskan, secara pribadi dia mendukung promosi Pulau Komodo tetapi tidak dengan menyetor uang ke yayasan New7Wonders. "Saya tidak ikhlas uang dari Indonesia diberikan kepada bule-bule yang tidak jelas," imbuhnya.

Dia berharap tokoh-tokoh di Indonesia bisa bijak, baik JK ataupun para pihak pendukung New7Wonders. "Saya siap mempromosikan Komodo di Eropa, saya bantu. Dan teman-teman serta tokoh-tokoh, daripada uangnya diberikan kepada New7Wonders lebih baik dipakai untuk iklan di media Eropa dan Amerika seperti di CNN atau TIME," tuturnya.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhl0H81Koia-9mFLRVtxfmGgdUWPPNcx8uGC25FVp0FVqYCk182sYXgA-HA6649exWgmsRYbQY6u3Oow8q2TtcVporvwXmtk_7gfhPbdBdH5huqtmGqMwRPLACiJ0V7QzJEsyZDTCzJjVw/s320/IP+Komodo+Dragon+goodbye.jpg


Sebagai contoh kalau New7Wonders berpengaruh, lanjut Djoko, pemerintah Swiss mempunyai anggaran untuk membantu wisata dan masyarakat Indonesia, tetapi itu tidak menyebut ada Pulau Komodo. "Bantuan hanya ada di kawasan Manggarai," tuturnya.

Dia yakin pesta besar di Lisbon, Portugal yang digelar beberapa tahun lalu oleh New7Wonders hanya akal-akalan. Buktinya hanya satu event itu saja yang sukses, padahal New7Wonders punya berbagai macam kompetisi.

"Saya baru dapat informasi, di Filipina katanya SMS-nya sampai 2012, di Vietnam dan Korea Selatan juga mulai diungkap kebobrokannya. Ini ada kebohongan yang nyata-nyata," tuturnya.

Sebelumnya JK memberi jawaban atas kontroversi Pulau Komodo dalam kompetisi New7Wonders. JK menjelaskan perihal tudingan miring mengenai yayasan New7Wonders, termasuk keberadaan kantor New7Wonders di Swiss yang dikabarkan tidak jelas alamatnya.

"Swiss itu kan tidak seperti di kampung, bahwa kalau cari alamat harus ke RT atau RW, sekarang sudah digital," kata JK dalam wawancara kepada wartawan di PT Astra Toyota, Jakarta, Rabu (2/11).

(ndr/asy)


Ini Dia Penjelasan JK Soal Kontroversi Vote Komodo


http://images.detik.com/content/2011/11/01/10/jk-cover.jpg



Duta Komodo Jusuf Kalla (JK) memberi jawaban atas kontroversi Pulau Komodo dalam kompetisi New7Wonders. JK menjelaskan perihal tudingan miring mengenai yayasan New7Wonders, termasuk keberadaan kantor New7Wonders di Swiss yang dikabarkan tidak jelas alamatnya.

"Swiss itu kan tidak seperti di kampung, bahwa kalau cari alamat harus ke RT atau RW, sekarang sudah digital," kata JK dalam wawancara kepada wartawan di PT Astra Toyota, Jakarta, Rabu (2/11/2011).

Adalah Dubes RI di Swiss, Djoko Susilo yang membeberkan kejanggalan New7Wonders. Djoko menuding New7Wonders organisasi yang tidak jelas.

Berikut petikan lengkap wawancara JK menjawab berbagai macam tudingan miring:

Pak bagaimana tentang pernyataan Dubes mengenai kantornya yayasan New7wonders yang tidak jelas?

Swiss itu kan tidak seperti di kampung, bahwa kalau cari alamat harus ke RT RW, sekarang sudah digital, kita kan cukup buka website, itu kan sudah jelas. Masalah kantor tidak perlu lagi besar-besar amat, hanya kita di Indonesia yang masih suka sama kantor besar.

Kedua, mereka itu kan mengurus masalah dunia, jadi mereka itu akan selalu keliling dunia, maka dari itu kantornya tidak besar. Karena itu tadi, sekarang dunia sudah berubah, sudah masuk dunia digital, sementara Pak Dubes mengecek kantor New7wonders seperti cari RT/RW. Dia kan tidak pernah telepon, SMS, email, faks untuk ajak ketemu pasti akan bisa itu, bukan seperti mencari alamat di RT/RW.

Lalu bagaimana bapak sendiri melihat keabsahan lembaga New7Wonders sebagai pelaksana kegiatan 7 wonders?

Ini kan 7 wonders yang kedua, sebelumnya diadakan juga 7 wonders by man made dan saat itu ada 100 juta orang yang terlibat. Pada saat pengumuman 7 wonders itu tentu kita bisa melihat sendiri bagaimana perayaannya di Lisabon. Semua mata dunia tertuju pada itu. Dan dari kesemuanya negara yang masuk 7 wonders man made itu jumlah wisatawannya meningkat sampai 3-4 kali lipat.

Tapi sewaktu bapak dipilih menjadi Duta Komodo, apakah bapak sudah mengecek keabsahan dari lembaga tersebut ?

Saya sudah cek diinternet dan lihat beberapa berita di internet bagaimana keterlibatan presiden negara yang menjadi finalis 7wonders nature ini mengkampanyekan negaranya. Mulai dari Aquino even Obama. Hanya kita saja yang beberapa pejabatnya justru menantang itu. Sebenarnya mereka hanya jealous ajah, sirik ajah tuh dia. Sekali lagi dunia ini kan sudah era digital, jadi jangan Dubes itu bilang bahwa sudah tanya di sekitar situ tidak ada orang yang tahu itu, itu kan gaya cari alamat di RT/RW, buka donk websitenya.

Kalau dukungan Komodo itu bagaimana pak?

Sudah banyak, sudah jutaan yang kirim SMS setiap hari.

Tapi ada yang menganggap bahwa memberi dukungan lewat SMS itu adalah sarana komersialisasi?

Sebenarnya ada 2 cara yakni klik lewat internet dan kirim SMS, tinggal mau pilih salah satu atau pilih dua-duanya. Kayak Indonesia idol kan juga begitu. Tapi jangan lupa bahwa sebelum dipilih lewat voting, sebelumnya diseleksi dulu oleh tim ahli, mulai dari 400 turun menjadi 77 kemudian turun menjadi 28. Pada saat 28 inilah masyarakat diminta berpartisipasi untuk memilih yang paling ajaib di antara yang ter-ajaib. Dan yang mengetuai tim seleksi itu bekas Direktur UNESCO Profesor Mayer, tahun 2007 kan juga begitu sewaktu memilih 7 wonder man made.


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEixsFu1vlmruy5_LHTjJvFlG7FDc31-gn_Fxpev2awW4y7jw1Oq5IAFY4JNNN7xSHhKAt5GCurIVRmCFbRpKRRuIr4o68-QcLB5_lKmymisuM4T4cljnYZRt9K7_THJ2SD9xOlYulKkH0A/s1600/komodo.jpg

Bagaimana tanggapan bapak mengenai pemerintah yang menarik diri dari kepesertaan karena merasa dikerjai oleh Yayasan New7wonders?

Ah itu tidak benar, saya teltpon tadi Todung Mulya Lubis. Dia bilang pemerintah RI (Kemenbudpar) tidak pernah menggugat yayasan New7Wonders. Jadi ada sedikit pemahaman yang harus diluruskan antara menjadi Host dan menjadi peserta. Sebagaimana halnya olimpiade itu kan ada semacam tuan rumah dan sebagainya. Nah waktu itu yayasan New7Wonders menawarkan kepada negara yang ingin jadi tuan rumah dengan license fee sebesar US$ 7 juta dollar. Indonesia malah berani tawar sampai 10 juta dollar. Maka otomatis Indonesia dapat. Itu bulan Oktober 2010, tapi kemudian Indonesia mundur. Itu kan menyulitkan dan mengacaukan perencanaan panitia, padahal sudah disampaikan 6 bulan sebelumnya mengenai fee untuk menjadi host itu.

Jadi sebenarnya kalau yayasan 7 wonders mau tuntut Kemenbudpar bisa saja, karena dia memang salah. Jadi ini pejabat Kemenbudpar janganlah lagi diusik rasa bersatunya rakyat ini. Kita jarang mendapat moment di mana kita bersatu untuk kejayaan dan kebanggaan bangsa.

(ndr/asy)




GIMANA PENDAPAT JURAGAN UNIC SEMUA NIH ???




http://2.bp.blogspot.com/--PEDhW_4NGE/Tc4BKBzKiaI/AAAAAAAAACc/4ny7LQQ004c/s1600/komodo_dragon.jpg





sumber :http://www.detiknews.com/read/2011/11/02/183506/1758759/10/dubes-djoko-jawab-jk-soal-new7wonders-google-saja-punya-kantor?991101mainnews

BAYI ORANG UTAN nya UNYUuuu banget gan ..



Baby orangutans April and June Junior at the Infant Care Unit at the Bukit Merah Orang Utan island reserve

April and June-Junior cause mischief in the Infant Care Unit at the Bukit Merah island wildlife reserve

Three-month-old June Junior is hooked up to monitors and IV drips at the wildlife park, which is at the cutting edge of animal welfare

Three-month-old June-Junior is hooked up to monitors and IV drips

orang utans

Abandoned: Eleven-month-old April was rejected by her mother

orang utans

Hitting the bottle: Baby June-Junior feeds from her bottle just like a human


Enlarge Dressed in nappies, 10-month-old April chews her cot and makes faces at fellow patient June Junior

Dressed in a nappy, 10-month-old April chews her cot and makes faces at June-Junior

Orang-utanOrang-utan

orang utans

Orang-utan

http://i.dailymail.co.uk/i/pix/2009/03/19/article-1163175-03FC3E55000005DC-477_634x373.jpg




Dugaan Pembantaian Orangutan di Kaltim Jadi Perhatian Internasional

http://images.detik.com/content/2011/11/02/10/orang-utanDlm.jpg


WWF Indonesia terus memonitor keseriusan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Kaltim serta Polres Kutai Kartanegara, mengungkap kasus pembantaian orangutan Kalimantan jenis Morio (Pongo Pygmeus Morio) yang diduga terjadi di Kaltim.

"Tidak ada alasan untuk tidak mengungkap kasus ini. Harus diungkap. Cukup, bukti-bukti yang ada, untuk mengungkapnya. Publik sudah memperhatikan ini dan menunggu kerja aparat untuk mengusut hingga tuntas," kata Koordinator WWF Indonesia Wilayah Kaltim, Wiwin Effendi, kepada wartawan saat berada di Pusat Peneliti Hutan Tropis (PPHT) Universitas Mulawarman Samarinda, Rabu (2/11/2011).


Orang-utan


Menurut Wiwin, pembantaian orangutan yang diduga kuat terjadi di wilayah konsesi perkebunan sawit di Kutai Kartanegara, Kaltim, telah menjadi perhatian tidak hanya masyarakat di tanah air, namun juga dunia internasional.

"Permasalahan terbesar adalah terjadinya degradasi habitat. Ibaratnya manusia punya rumah, rumah kita dihancur. Kita marah dong. Demikian orangutan, habitatnya dirusak berganti sawit, itulah yang dimakan," ujar Wiwin.

"Kemudian orangutan dianggap hama, apapun alasannya membunuh orangutan melanggar hukum nasional dan internasional," tambahnya.

Wiwin mengingatkan, terkait perkebunan kelapa sawit, wajib melindungi satwa. Secara perundang-undangan, sejak keluarnya Peraturan Menteri Pertanian No 19 Tahun 2011, di dalamnya terdapat upaya perlindungan terhadap kawasan yang di dalamnya memiliki nilai konservasi yang tinggi.

"Ini sifatnya wajib bagi perusahaan perkebunan sawit baik itu PMA, PMDN. Ini mandatory bagi pemerintah dan wajib dilaksanakan perusahan sawit. Membunuh satwa itu salah dan pidana," sebut Wiwin.

"Kalau ternyata di dalam kawasan konsesinya terdapat habitan orangutan, harusnya tidak dianggap sebagai hama dan penghalang suksesnya industri sawit," tegas Wiwin.

Wiwin juga mengatakan, terlepas cukup tidaknya bukti yang dimiliki BKSDA Kaltim dan Polres Kutai Kartanegara, keduanya seharusnya terus menerus monitoring terhadap kelangsungan hidup satwa langka dan dilindungi tidak hanya negara tapi dunia internasional.

"BKSDA dan Polres, step by step untuk mengungkap dugaan tersebut harus dibeber ke publik. Supaya masyarakat benar-benar tahu dan memahami keseriusan mereka," tegas Wiwin.

orang-utan


"Dengan kasus dan bukti-bukti ini, law enforcement harus ditegakkan. Usut pelakunya dan aktor intelektual. BKSDA dan Polri harus lebih tegas untuk mengusut ini,"

"Ini muncul ke publik, tapi nanti tidak terbukti meski sudah ada bukti-bukti dan tidak ke ranah hukum, ini preseden buruk. Bukan hanya orangutan, tapi satwa lainnya akan mengalami nasib yang sama dengan orangutan," terangnya.

Wiwin juga menggarisbawahi, penegakan hukum untuk menyeret pelaku dan aktor intelektual pembantaian orangutan, juga harus dilakukan dengan ketat. Penegakan hukum penting tapi tidak kalah penting perlindungan saksi dan narasumber si pemberi informasi.

"Aparat harus lebih cepat mengendus adanya pembunuhan orangutan itu. Data yang ada di Unmul, harusnya bisa dijadikan barang bukti," tutup Wiwin.



Cutting back on the calories: Orangutan Oshine was kept as a pet in Africa for 13 years before being rescued.




Pada hari yang sama, BKSDA Kaltim dan Polres Kutai Kartanegara, mendatangi PPHT Universitas Mulawarman Samarinda, untuk mengumpulkan data dan bukti-bukti terkait hasil penelitian peneliti Dr Yaya Rayadin, yang menyebutkan tulang rangka dari Desa Puan Cepak, Kecamatan Muara Kaman, Kutai Kartanegara, positif tulang orangutan. Penelitian ini sekaligus menguatkan terjadinya pembantaian.

Kedatangan BKSDA Kaltim dan Polres Kutai Kartanegara, setelah sebulan terakhir ini, gagal menemukan bukti tulang orangutan tersebut. Meski demikian, mereka mengantongi sejumlah dokumentasi 16 foto terkait kondisi orangutan yang dibunuh warga lantaran telah dinilai sebagai hama bagi perkebunan kelapa sawit.

Bahkan sebelumnya, Kades Puan Cepak Kadir pun, mengakui adanya pembunuhan orangutan di wilayah desanya, yang terjadi beberapa tahun silam.

"Ya memang benar ada satwa orang utan dibunuh warga desa. Kejadiannya itu sekitar 2 hingga 3 tahun lalu. Kejadian itu sebelum saya menjadi kepala desa. Saya menjabat sebagai kepala desa sejak 8 April 2010. Pembunuhan orang utan itu sudah jadi rahasia umum," kata Kadir.

(her/fiq)



sumber :http://www.detiknews.com/read/2011/11/02/211144/1758835/10/dugaan-pembantaian-orangutan-di-kaltim-jadi-perhatian-internasional?9911012