Tampilkan postingan dengan label Dunia Cerita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dunia Cerita. Tampilkan semua postingan

Rabu, 02 November 2011

hantu tanpa kepala di rumah makan pacet-mojokerto



Penampakan hantu tanpa kepala.Bukan rekayasa,terjadi di rumah makan di daerah pacet.dialami oleh bapak hadi warga Perum TAS II blok P1-20 tanggulangin sidoarjo dan merupakan tetangga sebelah saya.
Kejadian bermula anaknya minta foto bpknya,sebelum memang semua melihat wanita tersebut normal seperti orang biasa.pesan makanan berupa gurami goreng,dan herannya ikan hanya di makan kepalanya saja dan nasi tdk dimakan.krn tidak menaruh kecurigaan,bpk 2 anak tersebut mengambil gambar anaknya,tanpa disadari sesampai dirumah dan melihat foto tersebut,wanita sebelumnya ada disampingnya merupakan hantu tanpa kepala.
Berikut fotonya:





Hasil metadata By.dayakjowo:


GAMBAR TERSEBUT ASLIIIIII

kalau nggak percaya lihat metadatanya


Spoiler for METADATA:


diambil dari kamera LG GW 300


kalau pengin lihat file gambar asli atau bukan silahkan bandingkan 2 gambar yang satu editan yang satu asli. Pakai aja software JPEGsnoop. Ntar kalau pernah di edit misalkan pakai Sotoshop di dalam metadatanya bakalan keluar jenis software untuk mengeditnya.


TAPI JANGAN DIKATAKAN ANE SAMA DENGAN ROY SUKRO GAN ANE NEWBIE BIASA.

kalau ada yang tidak percaya monggo saya bisa kasih tutornya sekalian software dan file aslinya lewat Email.


ilustrasi gambar





sumber :http://www.kaskus.us/showthread.php?t=8457061

CERPEN ROMANTIS : Ketika Hidup Menjadi Berarti



“Semua yang di dunia ini bukanlah suatu yang abadi. Yang terpenting adalah menjadikan orang-orang bahagia bila kau disisi mereka. Buatlah dirimu menjadi berharga.”

Oleh: Meyzira
Namaku adalah Hikari. Baru lulus SMA. Aku mempunyai masa lalu yang buruk. Aku ditinggal oleh orang yang kusayangi.

Pagi itu aku menghembuskan nafas. Beberapa detik tertahan, hanya untuk mengingat kata-kata yang pernah terlontar dari mulut Maru. Setahun berlalu sejak kematiannya, aku belum bisa memenuhi janjiku untuk tidak menangis lagi. Sosok Maru yang kini tlah hilang, membuatku jatuh terperosok jauh ke dalam.

Mungkin mereka yang lain takkan pernah mengerti diriku. Sesaat mereka melupakan semuanya. Melupakan kematian Maru. Melupakan segala-galanya. Aku tidak pernah mengira saat itu adalah senyum terakhirnya. Aku sangat menyayangi Maru.

Sekeliling begitu sepi. Aku sendirian. Aku begitu terpuruk. Hanya ada burung-burung yang berkicau. Aku duduk disebuah kursi yang diteduhi pohon sakura. Tempat ini mengingatkanku dengan Maru. Alunan angin menjatuhkan daun-daun bunga Sakura. Seperti daun itu, jatuh. Aku tejatuh. Aku menangis mengingat semuanya.

“Kau kenapa? Kau selalu saja seperti itu. Menangis sendirian.”

Seseorang menghampiriku. Aku berangkat dan berjalan menjauh. Entah siapa dia. Tiap kali datang dan melihatku menangis. Kata-katanya selalu tidak sopan. Aku pulang ke rumah dan langsung masuk kamar. Sesekali keluar hanya untuk ke kamar mandi dan makan. Itulah kebiasaanku sehari-hari. Aku tidak begitu memperdulikan ibuku yang khawatir kepadaku. Tenanglah ibu!

Besok, aku ke tempat itu lagi. Maru, apa kabarmu? Aku tidak ingin berpisah dengan tempat ini. Tiba-tiba terdengar bunyi langkah kaki. Aku menoleh dan berteriak sedikit kesal.

“Kau! Kenapa selalu mengikutiku? Tidak sopan.“

Dia tersenyum. Tenang sekali. Aku sedikit heran.

“Kenapa melihatku seperti itu? Suka ya?”

Aku gelagapan. Sial! Sosok yang mirip sekali dengan Maru.

“Aku tanya, kenapa selalu mengikutiku?”

“Ku lihat kau selalu sedih. Aku ingin menghiburmu.”

“Tidak ada hubungannya denganmu.”

“Kenapa? Tapi lebih baik lupakanlah orang itu.”

Aku terkaget-kaget. Dia tahu dari mana?

“Seharusnya kau bisa mengerti. Dia itu tidak akan bisa hidup lagi. Percuma kau tangisi, Cuma membuang air matamu yang bening itu saja.”

Aku berlari sambil menangis. Entah apa maksudnya dia bicara seperti itu. Aku sakit sekali. Hatiku perih. Laki-laki itu menatap Hikari dengan senyum yang tulus. Beberapa saat kemudian keduanya pun menghilang. Selanjutnya, esok hari aku kembali lagi ke tempat itu. Hanya untuk mencoba bertemu lagi dengan laki-laki kemarin. Tapi, setelah lama menunggu, laki-laki itu belum muncul juga. Yang ada hanya gugurnya daun Sakura yang tertiup angin. Sejuk sekali!

Akhirnya aku pulang. Tapi aku kurang berhati-hati. Ada sebuah mobil melaju dengan kencang menuju aku. Disaat bersamaan muncul laki-laki kemarin. Dia berteriak.

“Aaaaaa. .!” (telat)

Belum selesai dia berteriak awas, aku sudah tertabrak dulu. Tetapi untunglah mobil itu sempat mengerem. Mataku mulai berkunang-kunang dan aku merasa ada yang mengangkat dan membawaku pergi dari tempat itu. Aku pingsan, tanpa mengetahui siapa orang itu.

Setengah jam kemudian aku terbangun dan aku sudah ada di rumahku sendiri.

“Ini minum. Kau tidak apa-apa?,” seseorang menyodorkan minuman.

“Kau? Kenapa kau bisa ada disini? Hmmb. . jangan-jangan. .-“

Belum selesai aku bicara, dia memotong.

“Ya..ya.. aku yang membawamu pulang. Terkejut ya?”

“Tidak. Aku tidak terkejut.”

“Lalu apa?”

“Cuma takut. Wajahmu seram. Hehe..”

“Bohong. Bilang saja kalau kau terkejut.”

Aku mengangguk pelan. Hmmb.. aku belum tahu namanya. Aku pun bertanya.

“Namamu siapa?

“Aku shano. Kau Hikari kan?”

“Dari mana kau tahu namaku?”

“Aku sering memperhatikanmu.”

Shano tersenyum. Tersenyum tulus. Tapi aku tidak begitu memperhatikan dia tersenyum. Lalu ibu datang membawakan makanan.

“Hikari, kau sudah sadar?” tanya ibu.

Aku mengangguk pelan.

“Terima kasih Shano sudah membawa Hikari pulang.”

“Sama-sama. Aku pergi dulu, Bu. ada kerjaan dirumah,” Shano pamit pulang.

“Iya. Sekali lagi terima kasih ya Shano. Sering-sering datang kesini.”

Shano tersenyum. Ibu mengantarnya sampai keluar rumah.

“Hati-hati. .”

“Iya,” Shano berjalan pulang dengan sedikit senang.

Seminggu kemudian aku sudah mulai agak sehat. Tetapi aku tidak bisa menahan diri untuk pergi ke tempat itu lagi. Bagiku, pergi kesana sangat menyenangkan. Walaupun harus membuatku mengingat Maru. Walaupun harus membuatku sedikit sedih. Aku tetap ingin pergi kesana. Karena disanalah tempat aku menemukan kebahagiaan. Disanalah tempat ketika Maru mengajarkanku arti kehidupan. Terima kasih atas 3 tahun yang penuh kebahagiaan.

Aku duduk di kursi. Menghirup udara segar. Seketika hening, terdengar siulan merdu. Kulihat ke kanan. Ternyata Shano. Dia lalu duduk di sebelahku.

“ Sudah sehat?”

“Iya. Apa kabar?”

“Baik. Kenapa kau selalu pergi kesini?”

Aku menundukkan kepala.

“Aku hanya ingin mengingat masa lalu.”

Tiba-tiba Shano berdiri.

“Kalau kau selalu kesini, kau akan semakin terhanyut.”

Aku menangis terisak dan sedikit berteriak.

“Kau tahu apa?”

“Aku tidak tahu. Makanya aku ingin tahu. Asal kau tahu, orang yang mati tidak akan hidup lagi. Untuk apa kau terpuruk? Untuk apa kau lari dari kenyataan? Yang kau perlukan adalah bagaimana cara menghadapi kenyataan tersebut.”

Suara Shano meninggi. Matanya menatapku. Aku terkejut. Aku tidak berani menatap matanya. Aku semakin terisak.

“Dia pasti menginginkanmu bahagia. Bukan seperti ini. Larut dalam kesedihan. Ketahuilah, di dunia ini masih banyak orang yang sayang padamu. Apa kau tidak sadar mereka khawatir? Apa kau tidak pernah mengerti mereka? Mereka bersusah payah untuk membuatmu bahagia. Paling tidak lihatlah sekelilingmu”

Aku berpikir. Memang benar apa kata Shano. Akulah yang bodoh. Selalu mementingkan diri sendiri. Mungkin aku terlalu egois.

“Maafkan aku,” aku membersihkan air mataku dan berdiri. Tanpa ada kata pamit, aku langsung beranjak pulang. Aku ingin meminta maaf pada ibu. Aku ingin meminta maaf pada semua orang.

Semenjak saat itu, aku mulai dekat dengan Shano. Selalu pergi bersama. Hari-hariku mulai indah. Ternyata benar, orang akan bahagia bila kita bahagia. Terima kasih Shano atas semuanya. Terima kasih telah membuatku sadar.

Musim semi mendatang, aku harus pergi ke Paris untuk belajar disana. Rasanya berat sekali meninggalkan Shano. Meninggalkan keluarga. Meninggalkan semuanya. Tapi tidak apa, mereka semua selalu mendukungku, agar aku sukses. Mereka menyayangiku. Aku harus buat mereka bangga. Aku harus membuat diriku menjadi berguna.

Ketika tiba hari keberangkatanku, aku diantar keluargaku ke bandara. Shano juga menyertai keluargaku. Dua jam kemudian, terdengar panggilan bahwa pesawat akan segera diberangkatkan. Aku mengucapkan selamat tinggal. Aku bilang pada mereka, ketika aku pulang nanti aku akan membawakan suatu kebanggaan kepada mereka.

Aku berjalan perlahan. Sayup-sayup suara mereka mulai menghilang. Terima kasih semua telah membuat diriku menjadi berarti.

“Aku menyayangimu, Maru. Aku tidak akan melupakanmu dan semua kenangan tentang kita. Semoga kau bahagia disana. Tuhan, tolong jaga Maru. Terima kasih telah menggantikan Maru dengan sosok yang telah membuat diriku menjadi berharga.”
-***-

===============================================================
Penulis
Nama : Meyzira
alamat fb: opanwizzkid@yahoo.co.id
===============================================================






sumber :http://gen22.blogspot.com/2011/11/cerpen-romantis-ketika-hidup-menjadi.html

Cerpen: Sebuah Pengkhianatan



Sebuah Pengkhianatan
Oleh : Farhatul Aini
Punya sahabat sejati memang keinginan semua orang, terutama aku “Effie Edwina Sista” yang kata mamah papah si arti namaku berarti teman yang berharga, jujur dan mulia. Rasanya aku sangat bersyukur punya nama tersebut, karena sepertinya aku melihat cerminan dari nama ku itu, Zara dia adalah sahabat yang selalu ada, disaat senang, sedih, ketika ada kebahagiaan kita saling berbagi, ketika ada duka kita saling mengasihi. Dia sepeti bagian hidup dalam hidupku.
Kami bersahabat dari awal masuk SMP dan sampai sekarang kami kelas 2 SMA, beruntungnya aku sejak SMP sampai SMA selalu sekelas dengan Zara itulah yang membuat aku dan Zara menjadi sahabat dekat. Tetapi di kelas 2 ini kami tidak sekelas karena kami masuk jurusan yang berbeda, aku masuk jurusan IPS dan Zara masuk jurusan IPA. Zara bagiku sangat baik walaupun dia sering mempermainkan laki-laki, bahkan sampai menangis berlutut dihadapannya, bisa dikatakan dia tidak punya perasaan. Apapun yang dia inginkan asal dia senang dia akan melakukannya. Beda sekali denganku menyakiti laki-laki saja rasanya aku tak tega apalagi membuatnya sampai menangis karnaku.
* * *
Waktu sudah pukul 06.45, oh tidak aku akan terlambat. Aku turun dari mobil Ayahku yang mengantarku sampai depan gang sekolah. Aku langsung menuju gerbang, gerbang sekolahku cukup jauh mobil Ayah tidak muat. Aku harus berlari dan tiba-tiba terasa ada senggolan, aku tersungkur, semua buku cetak yang ada ditangan tiba-tiba berantakan di aspal. Aku langsung terbangun dan membereskan buku-bukuku ternyata aku tidak sendirian di situ, ada seorang laki-laki yang ikut membantuku dan dia berkata “maaf aku ga sengaja, aku sudah terlambat aku harus mendatangi guru piket“. Belum aku bicara, setelah selesai membereskan buku dia melesat pergi begitu saja. Kesal sekali padahal banyak kata-kata yang ingin ku lontararkan. Tapi mulutku bungkam ketika melihat wajahnya. Tampan sekali, hampir satu menit aku tediam di jalan seperti orang bodoh. Setelah sadar dari lamunan, aku melanjutkan lari menuju kelasku. Tidak terjadi apa-apa guru di kelasku belum masuk.
Pelajaran pertama berjalan dengan lancar, aku dan Zara pergi ke Kantin untuk mancari makanan, mengisi perut yang sudah lama protes. Walaupun kita tidak sekelas tetapi dimana ada Zara disitu ada aku. Ketika kami sedang duduk santai, tiba-tiba mataku tertuju pada satu arah disana. Orang itu, yang tadi pagi membuat buku-buku cetak ku berantakan.
“hei kenapa kau melamun seperti itu ?” Tanya Zara
“za dia sangat tampan.” Jawabku
“siapa?” Tanya Zara penasaran
“dia, rambutnya yang hitam begitu menawan, bentuk tubuhnya yang seperti manekin pria, senyumnya manis, lesung pipinya menambah kesempurnaan.” jawabku sambil menunjuk pria yang sedang berjalan itu.
Tapi Zara melihatnya dengan kaget dan raut mukanya yang tidak biasa.
“oh dia anak baru di kelasku, kamu naksir?” Jawab Zara dengan raut yang tak biasa dan aneh
“ya ra aku naksir, sepertinya dia bisa mengobati luka traumaku.”
Aku memang sudah lama mengalami trauma cinta, sejak putus dengan Kevin pacarku ketika aku duduk di kelas 1 SMA, aku seperti mati rasa, tidak pernah mengalami perasaan suka lagi, apalagi cinta, tapi kini aku seperti menemukan sesuatu yang baru dalam hidupku.
“ baiklah akan aku carikan informasi tentang dia buat sahabatku yang sangat tergila-gila ini.” ledek Zara
“Terimakasih sahabatku”
Zara memang paling mengerti tentang apa yang aku mau, aku yakin segera dia akan mendapatkan banyak informasi tentang cowok ganteng itu, karena dia banyak dekat dengan geng laki-laki di sekolah kami, diapun bisa mencari informasi dengan mudah.
* * *
Keesokannya Zara sudah mendapatkan informasi tentang dia, bahkan bukan hanya sekedar informasi kecil, namun seperti biodata lengkap. Namanya Brian Lutfy Sananta, dia anak baru di kelas XI IPA 5, dia pindahan dari Banten, rumahnya tak jauh dari sekolah, Dia pindah karena tugas orangtuanya, tapi yang paling aku terkejut dia menyebutkan Brian sangat menyukai warna coklat. Ko Zara bisa secepat itu tau warna kesukaannya, padahal dia baru sekolah sehari apa mungkin perkenalan di kelasnya sedetail itu ? tapi aku tak terlalu memikirkannya.
Hari ini pulang sore, karena ada tambahan jam eskul. Aduh biasanya sore begini ayah telat jemput, aku menunggu di Halte depan sekolahku. Tak berapa lama kemudian, cowok tak asing lagi bagiku. Yaa Brian Lutfy Sananta, dia baru saja keluar dari gerbang sekolah dan dia akan lewat di depanku, rasanya jantungku berdetak lebih kencang dari biasanya. Tapi tak hanya sekedar lewat, dia berhenti di depan saat mata ku memandangnya dengan lurus .
“hei, belum pulang ?” Tanya dia dengan ramah diiringi senyuman.
“belum ,tadi ada jam eskul, kamu sendiri baru pulang ?”
“ yaa tadi masih mengurus kepindahanku, oh iya maaf ya kemaren aku tidak sengaja menabrakmu aku langsung kabur begitu saja, soalnya aku sedang buru-buru, bagaimana kalau menebus kesalahanku aku menemanimu menunggu jemputan ? “
Aku seperti sedang bermimpi, orang yang sedang mengisi hatiku ada di depanku, apa yang ingin ku katakan rasanya semuanya membisu, aku tak mampu berkata-kata .
“baiklah“ aku jawab dengan sangat bersemangat J
Tak terasa waktu memang berputar cepat, jemputanku sudah datang aku harus mengakhiri perbincangan ku dengan Brian padahal aku ingin lebih lama bersamanya. Sejak pertemuan pertama kami, kami jadi sering bertemu dan mengobrol, bahkan kami sudah bertukar nomer hp, kadang setiap ada waktu kami sering telfonan hanya sekedar mengobrol. Sepertinya dia bisa menjadi teman yang asik.
* * *
Sudah lama aku ingin menceritakan kedekatanku dengan Brian kepada Zara tapi akhir-akhir ini dia sibuk, bahkan kami jarang sekali bertemu, aneh rasanya seperti Zara sedang menjaga jarak denganku. Tapi aku dengar-dengar kini dia sedang dekat dengan teman sekelasnya,ohh… ketika mendengar berita itu pikiranku menyeruak apakah BRIAN LUTFY SANANTA? jika itu terjadi rasanya hatiku tidak ingin lagi jatuh cinta, aku pasti akan mengalami mati rasa yang kesekian kalinya, aku tidak ingin mempunyai sahabat lagi, bahkan ketika telingaku mampu mendengar aku ingin tuli saja, aku ingin tusukkan ujung pisau yang tajam dari belakang di hati sahabatku. ahh pikiranku memang gampang berlebihan, tak mungkinlah sahabat baik seperti Zara tega seperti itu .
Hari minggu, aku ingin mengajak Zara ke mall karena sedang ada big sale, biasanya kami memang tak mau kelewatan belanja jika ada big sale. Tapi yang buat aku kecewa dia tak mau menemaniku, dia bilang ada acara . hmm yaa sudah aku akan mengajak Randy saja. Dia tetangga ku yang paling baik hati. Cowok ganteng yang terlalu baik dengan ku. Tapi sayang usia kami terpaut jauh, aku hanya menganggapnya sebagai kaka, walaupun kadang perhatianya berlebihan buat seorang kaka.
Akhirnya setelah aku bujuk dengan rayuan paling manisku ka Randy pun tidak berfikir panjang untuk bersedia mengantarku. Kami pergi tepatnya jam 03.00 sore, kamipun langsung menuju mall sasaran yang mengadakan big sale dengan menggunakan motor ninjanya yang bermodif keren berwarna coklat .
Kami memutuskan untuk makan terlebih dahulu, sebelum berburu baju, tas, sandal dan accecories lainnya.
Hei apa yang aku lihat, dengan siapa Zara asik mengobrol tertawa-tawa lepas, seorang laki-laki yang aku kenal, tak asing lagi, dia adalah Brian Lutfy Sananta. Apa yang Zara lakukan dengannya ? kakiku berhenti tak mampu melanjutkan langkahku. aku lemas seperti tak berdaya disitu. Ingin aku rasanya berhenti mendengar tawanya yang begitu menunjukan tawa bahagia, ingin rasanya aku menutup mataku rapat agar tidak melihat kemesraan yang mereka buat, ingin kutusukkan ujung pisau yang tajam lalu ku tancapkan di tengah bagian hatinya, ku cabik robek hingga tak tampak seperti hati, karena dia adalah orang yang tak pantas punya hati, hati yang kotor namun ku kira ia bersih, hati seorang ZARA VELYC ANDIN.
Disaat air mataku tak mampu menahan balutan lukaku, ditanganku seperti ada rasa lembut menyelimuti, ya ka Randy sepertinya dia sedekit mengerti apa yang aku rasakan karena diapun melihat kebersamaan Zara dengan lelaki itu. Ka Randy mengenal betul kepribadianku, seperti dia adalah cerminan dari diriku. Tak berkata-kata Ka Randy langsung menarik tanganku menuju Cafe, akupun seperti boneka mainan yang sedang dikendalikan pemiliknya, tanpa mengelak aku langsung berjalan.
Di Cafe aku menceritakan semua yang terjadi, tapi ka Randy seperti menenangkan hatiku, air martaku yang tadi menetes kian terhapus. Kata-kata nasehatnya yang begitu menyentuh mampu mengembalikan suasana. Setelah berbelanja puas ka Randy mengatarku pulang.
* * *
Setelah kejadian itu hatiku selalu diselimuti kegalauan, aku belum mampu melihat wajah Zara si pengkhianat itu. Ketika pulang sekolah tiba-tiba Zara ada di depan kelasku, oh tidak itu pertama kali aku melihat muka pengkhianat seperti tak berdosa itu menampakkan senyum manisnya, harus berkata apa aku ? apakah aku harus marah ? mencabik-cabik mukanya ? dan tiba-tiba dari arah berlawanan, Brian menghampiri kami, oh pembawa luka satu datang lagi. Zara tampak bingung dan gemeteran seperti sedang mengalami ketegangan saat menghadapi ujian nasional saja. Tapi yang terfikirkan oleh ku adalah tidak meluapkan semua emosiku.
“Zara tenang saja aku sudah tau semua “
“ tau apa ? “
“kau berpacaran bukan dengan Brian ?“
Itu kata terakhirku lalu pergi meninggalkan mereka
Zara mengejarku begitupun Brian, Sampailah kita di taman sekolah, Zara menyuruhku berhenti, ya aku turuti saja permintaan pengkhianat itu tapi mungkin untuk terakhir kalinya.
Zara menjelaskan semuanya, bahwa dia dengan Brian memang bukan teman biasa, sebelum Brian pindah dia adalah teman Zara sejak kecil ketika tinggal di Banten, bahkan mereka sempat menjalin hubungan, ketika Zara pindah mereka lost contact, dan kini cinta yang dulu dipertemukan kembali. Tapi pertemuan yang tidak tepat, membuat mereka harus berkhianat, Zara menutupinya dariku karena dia tak ingin melihatku meraskan sakit hati lagi.
Tapi kini, aku merasakan sakit yang amat melebihi sakitku dikhianati cinta, sakit dikhianati orang yang sangat dipercaya. Sejak itu aku memutuskan tidak akan ada permusuhan, biar saja aku mengalami sakit karena sakit ini aku yang membuatnya sendiri, berfikir kembali ketika awal pertemuan dengan Brian, kalau saja aku tidak telat saat itu, tidak akan aku merasakan sakit hati sekarang.
Aku memutuskan untuk tetap berteman dengan Zara walaupun dia tidak akan aku anggap lagi sebagai sahabatku, karena seorang sahabat tak akan mungkin melukai hati sahabatnya dengan sengaja. Dan Brian dia hanyalah sepenggalan cerita kecil yang mengotori hatiku, dan membuat luka yang amat mendalam.
-the end-
Fb : Farhatul.aini@yahoo.com
twitter : @ainibarnessa
E-mail : ainibarnessa@yahoo.co.id




sumber :http://gen22.blogspot.com/2011/10/cerpen-sebuah-pengkhianatan.html

Selasa, 01 November 2011

Kisah Kejujuran Dua Bocah Penjual Tisu di Pinggir Jalan

Semoga bisa memberikan inspirasi:



Kisah Kejujuran Dua Bocah Penjual Tisu di Pinggir Jalan

Kejujuran sebuah kata yang sangat sederhana tapi sekarang menjadi barang langka dan sangat mahal harganya. Memang ketika kita merasa senang dan segalanya berjalan lancar, mengamalkan kejujuran secara konsisten tidaklah sulit, tetapi pada saat sebuah nilai kejujuran yang kita pegang berbenturan dengan perasaan, kita mulai tergoncang apakah tetap memegangnya, atau kita biarkan tergilas oleh keadaan. Sebuah kisah kejujuran yang sangat menyentuh hati, dua orang anak kecil menjajakan tisu di pinggir jalan. Membuat kita mesti belajar banyak tentang arti sebuah kejujuran.



Siang ini, tanpa sengaja, saya bertemu dua manusia super. Mereka makhluk-makhluk kecil, kurus, kumal berbasuh keringat. Tepatnya di atas jembatan penyeberangan Setia Budi, dua sosok kecil berumur kira-kira delapan tahun menjajakan tissue dengan wadah kantong plastik hitam. Saat menyeberang untuk makan siang mereka menawari saya tissue di ujung jembatan, dengan keangkuhan khas penduduk Jakarta saya hanya mengangkat tangan lebar-lebar tanpa tersenyum yang dibalas dengan sopannya oleh mereka dengan ucapan, “Terima kasih Oom!” Saya masih tak menyadari kemuliaan mereka dan cuma mulai membuka sedikit senyum seraya mengangguk ke arah mereka.

Kaki-kaki kecil mereka menjelajah lajur lain di atas jembatan, menyapa seorang laki laki lain dengan tetap berpolah seorang anak kecil yang penuh keceriaan, laki-laki itu pun menolak dengan gaya yang sama dengan saya, lagi-lagi sayup-sayup saya mendengar ucapan terima kasih dari mulut kecil mereka. Kantong hitam tempat stok tissue dagangan mereka tetap teronggok di sudut jembatan tertabrak derai angin Jakarta. Saya melewatinya dengan lirikan kearah dalam kantong itu, dua pertiga terisi tissue putih berbalut plastik transparan.


Setengah jam kemudian saya melewati tempat yang sama dan mendapati mereka tengah mendapatkan pembeli seorang wanita, senyum di wajah mereka terlihat berkembang seolah memecah mendung yang sedang menggayuti langit Jakarta.



“Terima kasih ya mbak … semuanya dua ribu lima ratus rupiah!” tukas mereka, tak lama si wanita merogoh tasnya dan mengeluarkan uang sejumlah sepuluh ribu rupiah.


“Maaf, nggak ada kembaliannya … ada uang pas nggak mbak?” mereka menyodorkan kembali uang tersebut. Si wanita menggeleng, lalu dengan sigapnya anak yang bertubuh lebih kecil menghampiri saya yang tengah mengamati mereka bertiga pada jarak empat meter.


“Oom boleh tukar uang nggak, receh sepuluh ribuan?” suaranya mengingatkan kepada anak lelaki saya yang seusia mereka. Sedikit terhenyak saya merogoh saku celana dan hanya menemukan uang sisa kembalian food court sebesar empat ribu rupiah. “Nggak punya!”, tukas saya. Lalu tak lama si wanita berkata “Ambil saja kembaliannya, dik!” sambil berbalik badan dan meneruskan langkahnya ke arah ujung sebelah timur.




Anak ini terkesiap, ia menyambar uang empat ribuan saya dan menukarnya dengan uang sepuluh ribuan tersebut dan meletakkannya kegenggaman saya yang masih tetap berhenti, lalu ia mengejar wanita tersebut untuk memberikan uang empat ribu rupiah tadi. Si wanita kaget, setengah berteriak ia bilang “Sudah buat kamu saja, nggak apa..apa ambil saja!”, namun mereka berkeras mengembalikan uang tersebut. “Maaf mbak, cuma ada empat ribu, nanti kalau lewat sini lagi saya kembalikan !”


Akhirnya uang itu diterima si wanita karena si kecil pergi meninggalkannya. Tinggallah episode saya dan mereka. Uang sepuluh ribu digenggaman saya tentu bukan sepenuhnya milik saya. Mereka menghampiri saya dan berujar “Om, bisa tunggu ya, saya ke bawah dulu untuk tukar uang ke tukang ojek!”

“Eeh … nggak usah … nggak usah … biar aja … nih!” saya kasih uang itu ke si kecil, ia menerimanya, tapi terus berlari ke bawah jembatan menuruni tangga yang cukup curam menuju ke kumpulan tukang ojek. Saya hendak meneruskan langkah tapi dihentikan oleh anak yang satunya, “Nanti dulu Om, biar ditukar dulu … sebentar.”

“Nggak apa apa, itu buat kalian” lanjut saya. “Jangan … jangan oom, itu uang oom sama mbak yang tadi juga” anak itu bersikeras. “Sudah … saya ikhlas, mbak tadi juga pasti ikhlas !”, saya berusaha membargain, namun ia menghalangi saya sejenak dan berlari ke ujung jembatan berteriak memanggil temannya untuk segera cepat.


Secepat kilat juga ia meraih kantong plastik hitamnya dan berlari ke arah saya. “Ini deh om, kalau kelamaan, maaf ..”. Ia memberi saya delapan pack tissue. “Buat apa?”, saya terbengong “Habis teman saya lama sih oom, maaf, tukar pakai tissue aja dulu”. Walau dikembalikan ia tetap menolak.


Saya tatap wajahnya, perasaan bersalah muncul pada rona mukanya. Saya kalah set, ia tetap kukuh menutup rapat tas plastik hitam tissuenya. Beberapa saat saya mematung di sana, sampai si kecil telah kembali dengan genggaman uang receh sepuluh ribu, dan mengambil tissue dari tangan saya serta memberikan uang empat ribu rupiah. “Terima kasih Om!”..mereka kembali ke ujung jembatan sambil sayup sayup terdengar percakapan, “Duit mbak tadi gimana ..?” suara kecil yang lain menyahut, “Lu hafal kan orangnya, kali aja ketemu lagi ntar kita kasihin …….”.


Percakapan itu sayup sayup menghilang, saya terhenyak dan kembali ke kantor dengan seribu perasaan. Tuhan, hari ini saya belajar dari dua manusia super, kekuatan kepribadian mereka menaklukan Jakarta membuat saya trenyuh, mereka berbalut baju lusuh tapi hati dan kemuliaannya sehalus sutra, mereka tahu hak mereka dan hak orang lain, mereka berusaha tak meminta minta dengan berdagang tissue.



Dua anak kecil yang bahkan belum balig, memiliki kemuliaan di umur mereka yang begitu belia. Kejujuran adalah mata uang yang berlaku dimana-mana. Apa yang bukan milik kita, pantang untuk kita ambil





sumber :http://www.kaskus.us/showthread.php?t=11256436

INILAH kenapa ane setuju sekutu nyerang KHADAFI(bukan LIBYA)

disepanjang trid ini, mayoritas yg ga setuju nyalahin AMERIKA.. padahal ada PRANCIS, ada LIGA ARAB yg ngedukung serangan sekutu.. ada KUWAIT, JORDANIA, QATAR yg ngikut bantu nyerang khadafi.. mungkin ini bukti bahwa orang2 yg komeng disini mayoritas memang ANTI AMERIKA dan TERLALU ARAB..pandangan yg membutakan objektifitas dalam berpendapat
ANE GA PRO BARAT, GA PRO TIMUR.. BEBAS AKTIF SEBISA MUNGKIN



agan2 tau kan ya libya lagi bergejolak.. pertama2 rakyat sipil berontak, trus rakyat sipil ditembakin sama militer negara sendiri.. yang mati uda ada 1000 lebih..


trus kata media2 di Indonesia ini, negara2 barat alias sekutu MENGINVASI libya, bahkan kompas sempat menyebut MENJAJAH libya, padahal baru jg brapa hari nyerang libya.. dan inilah efek yg ditunggu2: MEDIA2 DI INDONESIA LANGSUNG MEMBERITAKAN YG BERAT SEBELAH.. MENYALAHKAN PBB DGN RESOLUSINYA ATAS LIBYA, SEOLAH2 KHADAFI ITU ANAK KUCING LUCU DAN UNYU YANG DIKEROYOK SAMA TIGA ANJING LABRADOR.. MEREKA MELUPAKAN FAKTA BAHWA KHADAFI PERNAH MEMBANTAI RAKYATNYA SENDIRI


kl ga pecaya, cek nih
http://www.google.co.id/search?sourc...9a76fe40b0b0c3

itu yg belom sempet diedit tapi uda dijadiin topik buat bbrp forum..ane copas ya.. perhatiinnya yg ane bold aja.. ntar jd OOT kl nggak.. hehe


http://internasional.kompas.com/read...Usai.Membantai

------

....


...


..


...




... Baghdad, Irak.


Itu delapan tahun silam, ketika AS dan sekutunya berambisi menumpas negara berdaulat di bawah kendali Saddam Hussein, dan kemudian menggantungnya. Kini, negara-negara Barat yang sama sedang menjajah Libya di bawah kendali Kolonel Moammar Khadafy.


"
dan ini versi yg uda diedit tapi ga dikasitau kl emang diedit.. harusnya kan ada pemberitahuan ralat dengan formal.. kalimat terakhirnya yg mengenai libya dijajah negara barat dihapus(LIAT KALIMAT TRAKHIRNYA DOANG LOH YA):

http://internasional.kompas.com/read...Usai.Membantai


yang membuat ane setuju sekutu menyerang khadafi dan militernya adalah:


padahal senjata, pelor, baju, kolor militer dibayar pake pajak rakyat.. apa yg didapat rakyat libya? pelurunya dibalikin ke rakyat lewat selongsong senjata.. sakit si khadafi


trus amerika mo ngebantu sipil libya, dicap ngejajah padahal ngejalanin resolusi PBB


ah, PBB mah uda dikendaliin sama amrik.. liat aja tu israel dibiarin ngebantai palestina

yaa yaa yaa pasti ada yg komentar lagi lo kl PBB uda dikendaliin amrik.. yg jelas gini deh, kl ente lagi di pihak sipil libya, selain minta bantuan pihak luar, mau minta bantuan ke siapa lagi? coba bayangin aja kl ente lg demo2 trus DITEMBAKIN SAMA MILITER NEGARA SENDIRI.. militer bukannya ngelindungin rakyat, malah ngebantai.. kenapa ane bilang ngebantai? militer pendukung khadafi nembaknya bukan 1 2 biji peluru, tapi diberondong.. makanya yg mati bisa 1000an lebih..

sekali lagi, AMERIKA GA NGEJAJAH LIBYA!!! itu berita di kompasdotcom uda diedit kalimat trakhirnya, tanpa pemberitahuan, coba cek skarang kl ga percaya.. ckckck dasar media2 di indonesia ga ada yg bisa dipercaya.. padahal ane paling percaya kompas..


atas dasar apa sekutu nyerang Khadafi?

bbrapa orang saking "arabnya" dan saking "anti amerikanya" ampe lupa ya kalo si khadafi uda ngebunuh lebih dari 1000 sipil di libya trus serta merta memprotes amrik, prancis, dll yg membela sipil disono.. tindakan mereka uda dapet izin PBB dan dapet restu dari LIGA ARAB!! mereka jg ga nyerang sipil, tapi pihak khadafi dan militernya dan juga pasukan2 bayaran dia.. khadafi tu nyewa2 mercenaries buat bantai rakyat sendiri

wah pasti gara2 minyak tuh!!!

mo bahas minyak? libya tu gada tai2nya sebagai supplier minyak amrik.. ga masuk top 15.. tapi amrik rela2 aja tu make rudal2 tomahawk yg harganya naujubilah mahalny buat ngegempur pasukan khadafi..

yaudahlah biarin aja libya selesaiin urusan sendiri

ente mo biarin negara ini nyelesaiin konfliknya sendiri? kl sekutu ga nyerang kmaren2, dalam waktu 24 jam, militer khadafi bakal masuk kota benghazi.. benghazi tu markasny sipil2 yg mbrontak khadafi.. coba kl khadafi ampe tembus, mo brapa rebu lagi yang mati?

tapi kan caranya bukan perang.. masa ga ada cara lain?

cara lain apa? berunding? gencatan senjata? si khadafi uda perna ngungkapin gencatan senjata dulu.. trus diingkarin sama dia sendiri.. uda gila itu isi otak.. kl kelamaan berkuasa ya kaya gitu lah..

lha buktinya rakyat sipil bisa punya senjata, bukan sipil lagi dong tuh?

sipil libya punya senjata soalnya banyak militer yg membelot ke pemberontak krn sadar betapa gilanya khadafi.. ada beritanya tentang 2 pilot helikopter militer yg disuru sama khadafi buat ngebom rakyatnya, tp ujung2nya mereka kabur ke malta karena ga mau ngebom rakyat sendiri dan minta suaka disono

sumber:
http://www.abovetopsecret.com/forum/thread665667/pg1

lu bayangin aja, khadafi nyuruh sipil dibom pake helikopter.. sakit jiwa ga tu khadafi..


oke pasti ada yg bilang kl amrik jg pernah nembakin sipil pake heli.. ente bilang amrik ** SENSOR **? yaa sama lah khadafi juga ** SENSOR **..


khadafi ditindak, tp kenapa amrik ga ditindak kl melakukan kejahatan kemanusiaan??

trus kalo amrik ga ada yg bisa ngehukum, apa kasus khadafi yg bantai2 rakyat perlu dibiarkan? ha ha ha.. kl ada yg pola pikirnya ky gini mah kelaut aje..

wah kl gitu banyak jg dong sipil yang kena bom2nya sekutu

sekutu kaga bego.. khadafi dan militernya bermarkas di tripoli, sebelah barat libya.. kalo pemberontak sipil markasnya di benghazi, sebelah timur libya.. tadinya khadafi dan militernya uda mo nyerang benghazi.. tp si sekutu nyerang duluan.. kl sampe masuk, ya benghazi jd kota kuburan masal.. jadi untuk meminimalisir korban sipil, sekutu nyerangnya ke tripoli

ane bukan anti barat ato anti timur,
ane cuma orang yg miris liat media2 indo ngeberitain tu berat sebelah.. mentang2 rakyat indo tu mayoritas muslim, mereka bikin seolah2 libya tu korban dari kebengisan amrik..






sumber :http://www.kaskus.us/showthread.php?t=7597633

Toko Yang Menjual Istri , Silahkan Dipilih...

sesuai namanya, toko ini menjual calon-calon istri. Para pria dapat memilih wanita untuk dijadikan sebagai seorang istri di toko baru tersebut.



Setiap calon pembeli harus membaca instruksi yang ditempel di pintu sebelum memilih istri yang diinginkan. Nah, salah satu instruksi itu adalah, "setiap pembeli hanya boleh masuk toko satu kali!"


toko itu terdiri dari enam lantai. Setiap lantai menunjukkan kelompok calon istri. Semakin tinggi lantainya, semakin tinggi pula nilai calon istri tersebut.


Para pria dapat memilih wanita di lantai mana pun. Syaratnya, jika mereka masuk ke lantai 1 dan mereka belum menemukan pilihan, mereka boleh naik ke lantai 2. Dan seterusnya.


Tapi kalau sudah di lantai 2, mereka tidak boleh turun ke lantai 1 untuk memilih ulang. Mereka hanya boleh terus naik atau keluar toko.


Suatu hari ada seorang pria berkunjung ke " toko istri " itu. Ia melihat di setiap lantai terdapat tulisan:


lantai 1:


"wanita di lantai ini taat pada tuhan & pandai memasak."


pria itu hanya tersenyum, kemudian dia naik ke lantai selanjutnya.


lantai 2:


"wanita di lantai ini taat pada tuhan, pandai memasak, dan lemah lembut."

kembali pria itu naik ke lantai selanjutnya.


lantai 3:


"wanita di lantai ini taat pada tuhan, pandai memasak, lemah lembut, dan cantik."

''wow!'' teriak sang pria. Tapi ia masih penasaran dan terus naik. Ia menduga di lantai yang lebih tinggi ada perempuan yang lebih baik.


Sampailah pria itu di
lantai 4 yang ada tulisan:

"wanita di lantai ini taat pada tuhan, pandai memasak, lemah lembut, cantik sekali, dan sayang anak."


"ya ampun!" pria itu berseru, "aku hampir tak percaya!"


dia makin penasaran dan meneruskan langkah naik ke
lantai 5. di situ juga ada tulisan, bunyinya:

"wanita di lantai ini taat pada tuhan, pandai memasak, lemah lembut, cantik sekali, sayang anak, dan seksi."


"waaa...." pria itu mulai ngiler karena membayangkan di lantai 6 dia akan mendapatkan wanita yang lebih lengkap lagi.


Dengan tergopoh-gopoh dia pun ke lantai 6. Apa yang dilihatnya?


Di
lantai 6 ada tulisan:

"anda adalah pengunjung yg ke
8.698.015.0122. Tidak ada wanita di lantai ini. Lantai ini semata-mata untuk membuktikan bahwa pria tidak pernah merasa puas.


terima kasih telah berbelanja di toko istri. Mohon hati-hati bila keluar."



TOKO tutup



sumber :http://www.kaskus.us/showthread.php?t=10592673

JANGAN coba coba copet orang arab gan... ini akibatnya...!!!!

Ada seorang Arab nakal. Mendengar akhir-akhir ini para pencopet merajalela di bis-bis dan metromini, timbul ide kreatif untuk mengerjain pencopet-pencopet tersebut. Dia pergi ke terminal Pulogadung untuk naik bis jurusan Cengkareng, si Arab sengaja pakai celana yang tidak punya kantong belakang dan kantong sampingnya sengaja dia bolongin, dan khusus hari ini tanpa celana dalam.



Belum lama bis berangkat dari Pulogadung, seorang copet mendekati si Arab, kelihatan ada sesuatu yang berharga di kantong samping si Arab. Begitu ada kesempatan bagus, si pencopet memasukkan tangannya ke kantong samping si Arab, eh .... anunya si Arab kepegang.


Dengan santai si Arab menoleh ke si pencopet dan berkata: “Ente lepas ..... Ane teriak”. Terpaks si pencopet melakukan tugas baru sampai ke terminal Cengkareng.





ini hanya humor, kalau ada kesamaan tokoh dan cerita, ane mhon maaf.







sumber :http://www.kaskus.us/showthread.php?t=10142052